Anehnya Tradisi Pinjam Istri di India

Minggu, 15 Januari 2012

Sebuah tradisi aneh yang masih terjadi di dunia moderen ini adalah tradisi pinjam istri di India. Hal ini dikarenakan populasi perempuan yang sangat sedikit jumlahnya. Masyarakat di India cenderung memilih anak laki-laki sehingga menyebabkan populasi perempuan menyusut dikarenakan seringnya diaborsi sejak dalam kandungan. Tradisi seperti ini bisa ditemui di distrik Baghpat negara bagian Uttar Pradesh yang terletak di wilayah India bagian utara.


Seorang perempuan bernama Munni Asal India menjadi korban praktek seperti itu. Perempuan berusia 40 tahun ini sehari-harinya harus melayani hingga tiga orang lelaki. Padahal ia hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa namun selain melayani suaminya sendiri ia juga harus melayani dua saudara iparnya yang tidak memiliki istri. Ia berstatus sebagai istri pinjaman namun ia diharuskan memberikan kepuasaan lahir batin kepada dua orang lainnya. Ia mengatakan bahwa suaminya sendiri yang mengharuskan ia melayani saudara iparnya, bahkan siang dan malam kapanpun mereka mau. Jika ia menolak maka ia dipukul. Bahkan ia memiliki tiga orang anak dari hasil hubungannya dengan tiga orang lelaki.

Kasus yang menimpa Munni juga dialami banyak perempuan lain di India namun sayangnya tidak ada yang berani melapor karena perempuan di wilayah itu tidak diperbolehkan keluar rumah sendirian. Munni sendiri baru berani berbagi cerita setelah didatangi para pekerja sosial. Menurut para pekerja sosial yang kini mendampingi Munni, tradisi meminjamkan istri marak di wilayah miskin seperti Baghpat. Hal itu disebabkan karena populasi perempuan yang makin menyusut, akibat praktik aborsi yang sering dilakukan terhadap janin perempuan.Dugaan ini diperkuat oleh data sensus terbaru yang dilakukan pemerintah setempat. Pada tahun 2011, perbandingan jenis kelamin di distrik Baghpat tercatat hanya 858 perempuan tiap 1.000 lelaki sementara rasio nasionalnya adalah 940 perempuan tiap 1.000 lelaki.

Angka kelahiran bayi perempuan di wilayah ini juga tercatat semakin sedikit dari tahun ke tahun. Sepanjang tahun 2011 hanya ada 837 kelahiran bayi perempuan, padahal 10 tahun sebelumnya yakni pada 2001 angkanya masih mencapai 850 kelahiran bayi perempuan. “Kami telah menyaksikan sendiri dampak terburuk dari menyusutnya populasi perempuan di beberapa lingkungan masyarakat,” ungkap Bhagyashri Dengle, direktur eksekutif Plan India, sebuah organisasi sosial yang mendampingi Munni dan korban-korban tradisi meminjamkan istri lainnya.[sumber:fiqihsoul.blogspot.com]

0 komentar:

Posting Komentar